Infomakassarterkini.com, Jakarta | Dukungan terhadap pencalonan Komisaris Jenderal (Komjen) Idham Azis untuk menjadi Kapolri terus mengalir dari berbagai pihak, salah satunya adalah dari aktivis mahasiswa, yakni Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (LEMI PB HMI).

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Eksekutif LEMI PB HMI, Arven Marta, yang menilai bahwa Idham Azis mempunyai rekam jejak yang bagus.

“Bisa dilihat dari track racord nya selama ini di kepolisian. Berbagai posisi strategis sudah pernah di emban, dimulai dari Pamapta Kepolisian Resor Bandung, menjadi Kapolda metro Jaya dan Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Jadi, dengan segudang pengalaman tersebut, sudah sangat layak untuk menjadi orang nomor satu di kepolisian,” ujar Arven kepada wartawan di Jakarta, Senin (28/10).

Arven melihat figur Komjen Idham Aziz adalah anggota polri yang kenyang pengalaman dan punya kemampuan teknis lapangan maupun leadership serta managerial yang sangat mumpuni.

“Komjen Idham Aziz banyak prestasi besar dalam menangani konflik dan mengamankan wilayah selama beliau berdinas. Sewaktu menjadi Kapolda Metro Jaya, Idham Aziz sukses menumpas penyelundupan ganja 1,3 ton dari Aceh ke Jakarta dan penyelundupan sabu 1,6 ton dari Taiwan di Anyer Banten serta membuat ibukota menjadi lebih kondusif tanpa adanya kasus kerusuhan yang mengakibatkan tejadinya instabilitas keamanan,” tutur Arven.

Secara khusus, lebih lanjut Arven mengungkapkan dengan keberhasilan menjaga keamanan, maka ada harapan besar berdampak kepada perekonomian masyarakat.

“Saya melihat saat ini stabilitas keamanan perlu ditingkatkan karena keamanan sangat erat kaitan nya dengan perekonomian,” tambahnya.

Dengan adanya jaminan keamanan, Arven berujar itu akan membuat kepercayaan kepada masyrakat global bahwa Indonesia adalah negara yang aman bagi para invesment yang berinvestasi di indonesia.

“Jadi, sudah sepatutnya juga kita dukung Komjen Idham Azis untuk menjadi Bhayangkara 1 agar nanti keamanan akan lebih stabil yang akan berdampak kepada perekonomian,” tutup Arven. (**)