September21 , 2021

    Kasus Dugaan Persekongkolan Tender BPBD Jeneponto Terkuak

    Related

    Warga Binaan Rutan Selayar Menerima Vaksin Covid-19 Tahap II

    Info Makassar Terkini, Selayar | Sebanyak 70 orang warga...

    Meraih Berkah Bersama Sang Tauladan Bergema di Rutan Makassar

    Makassar, Info Makassar Terkini | Dalam Bulan Suci Ramadhan...

    Kasus Dugaan Persekongkolan Tender BPBD Jeneponto Terkuak

    Makassar, Info Makassar Terkini | Proses Lelang 4 (empat)...

    35 M Anggaran Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Bila, Sidrap-Wajo Dilaporkan ke Kejati Sulsel

    Makassar, Info Makassar TerkiniĀ | Proyek Pembangunan Pengendali Banjir Sungai...

    Share

    Makassar, Info Makassar Terkini | Proses Lelang 4 (empat) Proyek Pekerjaan Konstruksi tahun anggaran 2020 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto mendapat sorotan keras dari Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Peduli Lingkungan Ekonomi Sosial (DPP L-Kompleks).

    See also  35 M Anggaran Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Bila, Sidrap-Wajo Dilaporkan ke Kejati Sulsel

    Ruslan Rahman selaku Sekertaris Jendral (sekjen) DPP L-Kompleks mengaku sangat terkejut setelah melihat pada laman lpse.jenepontokab.go.id dimana terdapat 4 (empat) proses lelang pekerjaan pada BPBD Kabupaten Jeneponto kesemuanyan terjadi TENDER ULANG, sehingga menarik perhatian untuk melakukan investigasi, Kamis (11/02/2021).

    Kegiatan tender proyek yang diulang tersebut adalah :
    1. Rekonstruksi Talud Sungai Pappalluang Desa Pappalluang Kec. Bangkala Barat
    2. Rekonstruksi Ruas Jalan Tanetea – Barobbo Kel. Bontotangnga Kec. Tamalatea
    3. Rekonstruksi Jembatan Pappalluang Kec. Bangkala Barat
    4. Rekonstruksi Talud Sungai Sapanang desa Sapanang Kec. Binamu
    yang mana kesemuanya dilaksanakan Tahun Anggaran 2020 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jeneponto.

    See also  35 M Anggaran Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Bila, Sidrap-Wajo Dilaporkan ke Kejati Sulsel

    Dari hasil penelusuran Lsm Kompleks (L-Kompleks) disimpulkan bahwa adanya dugaan persekongkolan dalam proses pemilihan penyedia yang dilaksanakan LPSE Kabupaten Jeneponto pada BPBD Kabupaten Jeneponto, dimana ditemukan bahwa salah satu proyek yang ditender ulang itu pada akhirnya dilakukan Penunjukan Langsung dimana terdapat 26 (dua puluh enam) perusahaan peserta tender dan 4 (empat) perusahaan yang melakukan penawaran dengan harga yang sudah terkoreksi namun tetap diulang tendernya dan dilakukan penunjukan langsung.

    See also  Pengurus DPW & DPC L-Kontak Antar Langsung Laporan Dugaan Penyalahgunaan DD ke Polres Wajo

    “Dan salah satu dari hasil tender ulang yang menghasilkan penunjukan langsung pelaksana proyek atau kontraktornya adalah PT. Arya Graha Putratama, dimana pada saat tender melakukan penawarannya sebesar Rp.2.992.511.030,19 dan harga terkoreksi sebesar Rp 2.992.511.030,19 (harga tidak berubah) namu pada papan proyek hasil penunjukan langsung sebagai pelaksana pekerjaan nilai kontrak menjadi Rp.3.364.000.000,- yang mana Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebesar Rp 3.374.996.900,38 sehingga diduga munculnya kemahalan harga yang mengakibatkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp.371.488.968,81,” ungkap Ruslan.

    See also  Pengurus DPW & DPC L-Kontak Antar Langsung Laporan Dugaan Penyalahgunaan DD ke Polres Wajo

    Lanjut Ruslan Mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran kami, dihasilkan temuan bahwa diduga PT. Arya Graha Putratama yang mengerjakan Proyek Rekonstruksi Talud Sungai Pappalluang Desa Pappalluang Kec. Bangkala Barat dan CV. Nanda Aliza yang mengerjakan Proyek Rekonstruksi Talud Sungai Sapanang desa Sapanang Kec. Binamu memiliki alamat kantor perusahaan yang sama dijalan Jl. Stadion No. 16 – Jeneponto (Kab.) – Sulawesi Selatan, namun setelah dicek ke alamat tersebut ditemukan hanya rumah penduduk dan bukan sebuah kantor.

    See also  Pengurus DPW & DPC L-Kontak Antar Langsung Laporan Dugaan Penyalahgunaan DD ke Polres Wajo

    Lebih lanjut Ruslan mengatakan menduga ada upaya persekongkolan tender yang dilakukan untuk memenangkan penyedia tertentu dengan cara melakukan tender ulang agar dapat menjadikan tender tersebut dilaksanakan melalui penunjukan langsung sehingga dapat mengatur Perusahaan yang ingin dimenangkan.

    See also  35 M Anggaran Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Bila, Sidrap-Wajo Dilaporkan ke Kejati Sulsel

    Untuk itu Ruslan mengatakan akan segera melaporkan dugaan Persekongkolan Tender dan Tindak Pidana Korupsi serta Penempatan Keterangan Palsu yang terjadi pada Proses Tender yang dilaksanakan ULP untuk kegiatan pada BPBD Kabupaten Jeneponto. (rr/**)

    spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
    %d bloggers like this: